Pengertian Laba Dalam Akuntansi | Gudang artikel

Pengertian Laba Dalam Akuntansi

Jumat, 04 Januari 2019

LABA ( INCOME)

Laba dalam teori akuntansi biasanya lebih menunjuk pada konsep yang oleh FASB disebut dengan laba komprehensif. Laba komprehensif dimaknai sebagai kenaikan aset bersih selain yang berasal dari transaksi dengan pemilik. Berbeda dengan elemen statemen keuangan, pembahasnan laba meliputi tiga tataran yaitu semantik, sintaktik, dan prakmatik.
Dari sudut pandang perakayasaan akuntansi, konsep laba dikembangkan untuk memenuhi tujuan menyediakan informasi tentang kinerja perusahaan secara luas. Sementara itu, pemakaian informasi mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Teori akuntansi laba menghadapi dua pendekatan : satu laba untuk berbagai tujuan atau berbeda tujuan beda laba.
Konsep laba dalam tataran semantik meliputi pemaknaan laba sebagai pengukur kinerja, pengkonfirmasi harapan investor, dan estimator laba ekonomik. Meski akuntansi tidak harus dapat mengukur dan menyajikan laba ekonomik, akuntansi paling tidak harus menyediakan informasi laba yang dapat digunakan pemakai untuk mengukur laba ekonomik yang pada gilirannya untuk menentukan nilai ekonomik perusahaan. Makna kenaikan laba secara umum adalah kenaikan kemakmuran dalam suatu perioda yang dapat dinikmati (didistribusi atau ditarik) asalkan kemakmuran awal masih tetap dipertahankan. Kapital bermakna sebagai sediaan (stock) potensi jasa atau kemakmuran sedangkan laba bermakna  aliran (flow) kemakmuran. Konsep pemertahankan kapital dapat dibedakan antara kembalian atas investasi dalam pengambilan investasi serta antara transaksi operasi dan transaksi pemilik.
Laba adalah tambahan kemampuan ekonomik yang ditandai dengan kenaikan kapital dalam suatu perioda yang derasal dari kegiatan produktif dalam arti luas yang dapat dikonsumsi atau ditarik oleh entitas penguasa/ pemilik kapital tanpa mengurangi kemampuan ekonomik kapital mula-mula (awal perioda). Pada tataran semantik, teori laba berkepentingan untuk menyakinkan bahwa laba merupakan prediktor aliran kas ke investor, bahwa laba akuntansi bermanfaat dalam perkontrakan dan pengendalian manajemen, dan bahwa laba akuntansi mengandung informasi yang bermanfaat bagi investor.
Teori entitas meliputi entitas usaha bersama, entitas bisnis, entitas investor, entitas pemilik, entitas pemilik residual, entitas pengendali, dan entitas dana. Konsep yang melandasi rerangka dasar pengolahan data tidak harus sama dengan konsep yang melandasi bentuk, susunan, dan penyajian statemen laba-rugi.  


0 komentar:

Posting Komentar