Juli 2011 | Gudang artikel

Surat Konfrimasi Positf Dan Surat Konfirmasi Negatif

Jumat, 01 Juli 2011
Ada dua bentuk konfirmasi, yakni :

1. Konfirmasi positif, yaitu konfirmasi yang meminta debitur untuk member jawaban, baik jika jumlah yang tercantum dalam konfirmasi itu disetujui atau tidak disetujui oleh debitur
2. Konfirmasi negatif, yaitu konfirmasi yang meminta debitur untuk member jawaban, hanya apabila jumah yang tercantum dalam konfrimasi tidak disetujui.

Perimntaan konfirmasi positif biasanya dibuat sebagai surat tersendiri, walaupun bisa juga dijadikan satu dengan laporan bulanan untuk pelanggan, sedangkan konfirmasi negatif bila responden tidak menjawab maka saldo dianggap benar, padahal ada kemungkinan debitur tidak acuh terhadap permintaan konfirmasi atau tidak menanggapi permintaaan untuk memberitahukan adanya perbedaan.Bentuk positif bisa juga dalam bentuk “Formulir kosong”, karena dalam surat permintaan konfirmasi tidak dicantumkan daldo piutang kepada pelanggan yang dikirimi konfirmasi. Dalam konfirmasi semacam itu, debitur diminta untuk mengisi atau menuliskan besarnya saldo dalam formulir jawaban konfirmasi. Pemakaian bentuk ini member kepastian yang tinggi tentang informasi yang dikonfirmasi . Akan tetapi adanya permintaan extra kepada responden bisa menyebabkan berkurangnya minat responden untuk member jawaban.


Bentuk konfirmasi mana yang akan digunakan tergantung pada pertimbangan auditor. Dalam mengambil keputusan,, auditor harus mempertimbankan tingkat resiko deteksi yang diterapkan serta komposisi saldo-saldo debitur. Bentuk positif digunakan apabila risiko deteksi rendah atau saldo-saldo individual pelanggan berjumlah relative besar. SA 330.20 menyebutkan bahwa bentuk negative sebaiknya digunakan ahnya apabila ketiga kondisi berikut terpenuhi :
1. Tingkat resiko deteksi bisa diterima untuk asersi-asersi bersangkutan adalah moderat atau tinggi.
2. Sebagian besar saldo debitur berjumlah kecil.
3. Auditor tidak yakin bahwa penerima permintaan konfirmasi (Responden) akan mempertimbankan permintaan.

Seringkali auditor menggunakan kedua bentuk konfirmasi di atas dalam satu penugasan. Sebagai contoh, dalam suatu audit atas perusahaan daerah air minum, auditor memutuskan untuk mengirim konfirmasi negative kepada pelanggan rumah tangga dan konfirmasi positif untuk pelanggan-pelanggan komersial. Jika digunakan bentuk positif, auditor kadang-kadang harus menirim konfrimasi kedua atau permintaan tambahan kepada para debtor yang tidak member jawaban atas konfirmasi pertama.


Sumber : Buku 2 Auditing (Pengauditan) Al. Haryono Yusuf , STIE YKPN