Perbedaan Laporan Keuangan Bank Syariah dan Bank Konvensional | Gudang artikel

Perbedaan Laporan Keuangan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Minggu, 09 Desember 2018

Sistem keuangan syariah merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi Islam, yang tujuannya, sebagaimana dianjurkan oleh paraulama, adalah memperkenalkan sistem nilai dan etika Islam ke dalam lingkunganekonomi. Karena dasar etika ini, maka keuangan dan perbankan Islam bagikebanyakan muslim adalah bukan sekedar sistem transaksi komersial. PersepsiIslam dalam transaksi finansial itu dipandang oleh banyak kalangan muslim sebagai kewajiban agamis. Kemampuan lembaga keuangan Islam menarik investor dengan sukses bukan hanya tergantung pada tingkat kemampuan lembagaitu menghasilkan keuntungan, tetapi juga pada persepsi bahwa lembaga tersebutsecara sungguh-sungguh memperhatikan restriksi-restriksi agamis yang digariskan oleh Islam
Laporan keuangan konvensional adalah laporan keuangan yang didasarkan pada prinsip harga perolehan, yang berasumsi bahwa nilai uang adalah stabil. Hal ini berarti mengabaikan adanya inflasi yang nyata-nyata ada dalam suatu Negara. Adanya asumsi tersebut, maka yang terjadi dalam laporan laba rugi akan menunjukan angka laba bersih yang overstated. Hal ini karena penghasilan diukur menurut daya beli yang sedang berlaku, atau setidaknya menurut daya beli yang berlaku terakhir kali, sementara beban diukur menurut daya beli yang berlaku pada periode sebelumnya yang berbeda. Jika laba bersih ini digunakan untuk membayar deviden, maka yang terjadi adalah adanya erosi modal yang akan berpengaruh yang akan berpengaruh pada pertumbuhan perusahaan untuk periode berikutnya, sehingga terjadi disinvestasi. Dari penjelasan ini dapat diketahui, pada saat inflasi, laporan keuangan derdasarkan biaya historis kurang memberikan informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan manajemen. Hal ini karena laporan keuangan konvensional tidak mencerminkan dampak perubahan tingkat harga pada tanggal laporan keuangan. Dengan demikian informasi yang terdapat pada laporan keuangan berdasarkan biaya historis berbeda dari kenyataan yang sebenarnya. Dari kenyataan tersebut, timbullah pemikiran untuk mencari solusi yaitu dengan penerapan general prince level accounting seagai informasi pelengkap dalam pengambilan keputusan manajemen. GPLA merupakan suatu metode yang menyatakan kembali sepenuhnya laporan keuangan konvensional kedalam suatu cara yang mencerminkan perubahan daya beli.
Perbankan konvensional dengan perbankan syariah jika dilihat secara umum, laporan keuangannya berbeda satu sama lain, dimana pada perbankan konvensional terdapat 5 jenis laporan keuangan, sedang pada perbankan syariah terdapal 8 jenis laporan keuangan. Nama-nama akun pada laporan keuangan kedua bank tidak seluruhnya berbeda, hanya beberapa akun saja, Contohnya seperti Mudharabah yang memilki arti kredit atau Wadiah yang memiliki arti safe deposit box. . Aktivitas-aktivitas pada kedua perbankan ini secara umum tidak lah berbeda karena aktivitas utama bank adalah Financial Intermediary atau perantara keuangan, yakni berupa pengumpulan dana dan penyaluran dana. Namun jika kita lihat aktivitas-aktivitas lainnya dari kedua perbankan ini, terdapat perbedaan, seperti ZIS atau Zakat, Infaq dan Shadaqah. Pada perbankan konvensional tidak terdapat aktifitas ini, namun pada perbankan syariah aktivitas ini ada didalamnya.
Analisa Perbedaan Laporan Keuangan Bank Syariah dan Bank Konvensional
Perbandingan antara Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri
Lembaga Keuangan Syariah adalah badan usaha yang kekayaan utamanya berbentuk aset keuangan, memberikan kredit dan menanamkan dananya dalam surat berharga. Serta menawarkan jasa keuangan lain seperti: simpanan, asuransi, investasi, pembiayaan, dll. Berdasarkan prinsip syariah dan tidak menyalahi dewan syariah nasional Salah satu bentuk dari lembaga keuangan syariah adalah bank syariah.Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan syariah atau prinsipagama Islam. Sesuai dengan prinsip Islam yang melarang sistem bunga atau riba yangmemberatkan, maka bank syariah beroperasi berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas bisnis atas dasar kesetaraan dan keadilan. Karena memiliki landasan dan prinsip yang berbeda dengan bank konvensional, laporan keuangan yang disajikan pun berbeda. Kami mengambil contoh pada Bank Mandiri sebagai bank konvensional dan Bank Syariah Mandiri sebagai bank syariah untuk melihat perbedaannya. Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut:
 NERACA
·         Terdapat beberapa akun yang tidak terdapat pada laporan keuangan bank konvensional dan menggambarkan transaksi-transansi syariah seperti akun piutang murabahah, piutang istishna, piutang pendapatan ijarah, dll.-Piutang murabahah adalah piutang atas transaksi jual beli barang dengan akad murabahah dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan(marjin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli.-Piutang pendapatan ijarah adalah piutang atas transaksi akad sewa-menyewa antara muajjir (pemilik objek sewa) dan musta’jir (penyewa)untuk mendapatkan imbalan atas objek yang disewakannya.
·         Terdapat tiga segmen pada sisi pasiva (kewajiban, investasi tidak terikat,dan ekuitas), berbeda dengan neraca pada bank konvensional yang hanya dua segmen (kewajiban dan ekuitas)
·         Investasi terikat (Mudharabah muqayyadah) adalah akad mudharabahdimana shahibul mal memberikan batasan kepada mudharib mengenai tempat, cara dan obyek investasi.-Investasi tidak terikat adalah investasi dari anggota dan calon anggota pada lembaga keuangan berupa tabungan dan simpanan berjangka dengan prinsip mudharabah al mutlaqah.
·         Dalam bank Mandiri konvensional, simpanan yg paling lancar adalah giro,BSM disebut Simpanan Wadiah
·         Dalam Neraca BSM, ada yang disebut Kewajiban Tidak Terikat, yang berisikan akun: Tabungan Mudharabah; dan Deposito Mudharabah dari pihak  bank-bank lain dan bukan bank 
·         Pinjaman saham atau obligasi yang terdapat pada bank konvensional Mandiri,disebutkan pada BSM pembiayaan ijarah, pembiayaan qardh, dan pembiayaan mudharabah.
·         Terdapat aktiva Istishna’ dalam Neraca BSM, sebelum pajak tangguhan.
LAPORAN LABA RUGI
·         Akun pendapatan pada laporan laba-rugi berasal dari operasi utama yangterdiri dari pendapatan dari jual-beli, pendapatan sewa bersih, dan pendapatan bagi hasil. Hal ini berbeda pada bank mandiri (konvensional) yang pendapatannya berasal dari pendapatan bunga. Ini menggambarkan bahwa BSM sebagai bank syariah tidak menerapkan bunga yang merupakan riba.
·         Akun pendapatan bunga dalam Arus Kas Mandiri tidak dicantumkan padaBSM, melainkan dicantumkan dengan nama pendapatan untuk bank, dan ada pengurangan dari hak pihak ketiga atas Bagi Hasil Investasi tidak terikat.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
·         Pada laporan Perubahan Ekuitas, perbedaannya adalah bahwa akunPembayaran dividen pada bank konvensional Mandiri, dicatat sebagai Bagian Keuntungan dan Imbalan untuk Bank pada BSM.Selain perbedaan pada ketiga laporan keuangan diatas, BSM juga menyertakan laporan-laporan yang perlu untuk disajikan sebagai entitas syariah, yaitu:
·         Satu laporan yang merupakan khas dari bank syariah, adalah pembuatan laporan mengenai Sumber dan Penggunaan Zakat, Infaq dan Sadaqah.
·         Terdapat laporan mengenai sumber dan penggunaan qardhul hasan.Pendapatan bunga pada bank konvensional mandiri, dicantumkan dilaporan keuangan BSM sebagai pendapatan non-halal.


0 komentar:

Posting Komentar