| Gudang artikel

PERBEDAAN ANTARA RAPID ANTIBODI, SWAB ANTIGEN & SWAB PCR COVID 19

Senin, 21 Desember 2020

PERBEDAAN ANTARA RAPID ANTIBODI, SWAB ANTIGEN, & SWAB PCR
Perbedaan dan manfaat masing2
Test rapid itu ada 2, yaitu rapid antigen dan rapid antibodi...rapid yang dipakai di negara kita termasuk di puskesmas adalah rapid antibodi.
Apa perbedaan antibodi dengan antigen?

ANTIBODI adalah kekebalan khusus terhadap mikroorganisme (virus, bakteri) yang sudah terbentuk dan terdeteksi didalam darah yang dikenal dengan nama imunoglobulin (Ig).

Ig ada 2 yaitu IgM dan IgG apa bedanya? IgM (mula) adalah Ig yang terbentuk sebagai respon awal terhadap mikroorganisme...seiring dgn waktu IgM ini akan menurun dan digantikan oleh *IgG* yaitu imunoglobulin lanjutan yang akan bertahan beberapa bulan..
dan bila diberi suntikan booster IgG ini akan bertahan bertahun2....

Sedangkan antigen adalah bagian dari tubuh kuman 

Swab antigen berarti pemeriksaan apus hidung untuk mencari bagian2 tubuh kuman termasuk virus

Sedangkan SWAB PCR adalah pemeriksaan apus hidung untuk mendeteksi DNA virus covid19

Virus corona itu ada 4 genus yaitu : alfacorona, betacorona, gamma corona dan deltacorona. masing2 genus memiliki ciri DNA yang berbeda...di alam ini Allah tidak pernah menciptakan DNA yang sama walau satu genus korona...

Apa kelemahan rapid antibodi? Rapid ini bisa reaktif bila ada imunoglobulin terhadap genus korona yang tidak spesifik bisa alfa, beta, delta, dan gamma. 
sedangkan covid19 disebabkan oleh betacorona

_jadi rapid antibodi tidak bisa dijadikan acuan diagnosis covid19_

begitu pula dengan swab antigen ;...akan positif bila tertangkap materi tubuh dari korona manapun dan tidak bersifat spesifik untuk covid19 atau beta corona...dan pemeriksaan ini _tidak bisa dijadikan dasar diagnosis_....

Hanya SWAB PCR lah yang jadi dasar diagnosis covid19....karena ia memeriksa adakah DNA Betacorona atau tidak

_Dalam swab PCR ditentukan CT yang kurang 40 dinyatakan positif_...

apa itu CT? CT singkatan dari Cycle Treshold artinya pada putaran keberapa DNA virus mulai terdeteksi....semakin sedikit putaran yang sudah terdeteksi virus covid berarti nilai CT rendah...dan CT rendah menunjukan jumlah virus yang banyak...dan semakin banyak putaran baru terdeksi DNA covid berarti CT besar ini menunjukan jumlah virus sedikit....

Seandainya hasil rapid antibodi dan PCR benar-benar dilakukan  pada penderita yang sebenarnya covid19 maka akan diinpretasikan sebagai berikut :

Kondisi 1 : PCR SWAB Positif dan RAPID Negatif

ini terjadi pada pasen yang baru masuk virus terhirup ke lubang hidung atau mulut dan belum terbentuk Ig kekebalan, sehingga rapid tes negatif

Kondisi 2 : PCR SWAB Positif dan RAPID Positif

ini terjadi pada pasen yang sedang mengalami infeksi akut covid dan sangat menularkan...dihidung positif dan kekebalan sudah terbentuk

Kondisi 3 : PCR SWAB Negatif dan RAPID Positif

ini terjadi pada pasien masa penyembuhan...virus dihidung dan tubuh sudah hilang....dan kekebalan masih terbentuk....

Darah yang mengandung kekebalan inilah yang disebut _PLASMA_ *TERAPI PLASMA* artinya memasukkan darah plasma yang sudah mengandung kekebalan terhadap covid19....dan ini sangat efektif sebagai obat...semacam ATS ANTI TETANUS SERUM untuk kuman tetanus atau SABU, serum bisa ular untuk racun ular....

Image source : https://unsplash.com/photos/aNEaWqVoT0g

Apa itu Generasi sandwich dalam dunia keuangan

Senin, 09 Maret 2020
Apa itu generasi Sandwich ? yaitu generasi yang harus menanggung beban finansial 2 generasi yaitu orang tua dan anaknya. Penyebabnya berawal dari orang tua yang tidak memahami ilmu mengenai literasi keuangan. Sehingga tidak mempersiapkan dana pensiun dan tidak mempunya penghasilan saat menginjak usia tua. Pada akhirnya selama sisa hidupnya menjadi beban tanggungan anak atau saudaranya sendiri. 

Yang sering jadi masalah ,
Generasi milenial dimana masih harus sekolah atau kuliah sehingga belum memperoleh penghasilan. Untuk fresh graduate  , gaji belum terlalu besar sehingga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi. 

Bagaimana solusinya ? 

  • cek kondisi keuangan, jumlah uang yang bisa di sisihkan berapa kebutuhan pengeluaran untuk pribadi. 
  • punya penghasilan pasif ( investasi ) , selain penghaisilan aktif sebagai penghasilan utama kita harus punya penghasilan pasif. Yang dimaksud penghasilan pasif adalah penghasilan yang di peroleh tanpa kita harus bekerja langsung tidak melibatkan waktu dan tenaga kita . Contohnya hasil dari investasi , royalti , atau punya bisnis yang sudah jalan otomatis. 
  • buat bisnis usaha sampingan, jangan mengandalkan penghasilan dari 1 sumber saja . 
  • perlu ngomong dan diskusi dengan orang tua agar biar ikut membantu. 


Tips agar kita tidak menjadi generasi sandwich untuk anak kita mendatang. 
1. Sebisa mungkin cashflow jangan minus, usahakan penghasilan anda lebih besar daripada pengeluaran. Awal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan penghematan. 
2. Sisihkan uang anda untuk dana darurat, selain menabung kita punya dana khusus yang digunakan saat kondisi terdesak saja. Untuk jumlah dana daruat idealnya 6 kali biaya hidup yang kita keluarkan setiap bulanya. Sehingga sewaktu kita tidak memperoleh penghasilan , kita masih punya cadangan biaya hidup dari dana darurat ini. 
3. Jangan hutang konsumtif seperti kredit motor , gadget , dan semua kebutuhan yang hanya memenuhi gaya hidup saja. 
4. Diskusikan dengan orang tua agar jika kita memang belum bisa memenuhi kebutuhan pribadi atau orang tuan jika penghasilan kita masih kurang. 





Virus Corona Bisa Berpotensi Di Salah Satu daerah Indonesia Ini

Minggu, 26 Januari 2020
Akhir akhir ini berita di media di penuhi kabar mengenai virus yang sangat mematikan bernama virus corona. Apa itu Virus Corona ? yaitu virus yang menjangkit binatang terutama binatang buas kemudian menular ke manusia dengan menjangkit organ pernafasan. Gejalanya seperti terkena sakit influensa yaitu batuk demam bersin pilek. Virus ini di duga berasal dari daerah Wuhan China dan sudah menginveksi dari awal januari 2020 hingga saat ini sudah ribuan orang terinveksi , di mana terkenal dengan kondisi pasar yang kumuh dan gaya hidup masyarakat yang jorok dan rakus gemar memakan segala. Karena di pasar tradisional wuhan dijual banyak hewan yang tidak wajar untuk dikonsumsi . Dari ular, kelelawar, tikus, kucing, anjing, landak dan sebagainya. Bahkan pemerintah sampai melakukan isolasi area tersebut karena penyebaran virusnya yang masif sehingga menjadi seperti kota mati. Virus ini di duga di duga berasal dari binatang ular. 

Dengan adanya fenomena ini meningatkan kita pada suatu daerah di Indonesia di mana memiliki kemiripan dengan gaya hidup masyarakat di wuhan cina. Yaitu di tomohon sulawesi utara, di pasar tradisional dijajakan berbagai binatang untuk di konsumsi. Karena jual berbagai binatang yang tidak sewajarnya dan biasanya di jual murah makan kondisi pasar juga sangat kumuh dan pembelinya kelas menegah bawah di mana kurang adanya kesadaran mengenai kesehatan. Dan pengolahan masakan yang kurang tepat menjadi berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang bisa menyerang orang yang mengkonsumsinya. Apalagi di sana banyak di jual binatang ular python yang menjadi dugaan virus corona ini berasal. 


Pasar tomohon seperti di Wuhan Cina 
Dari fenomena ini merupakan bagian peringatan dari sifat manusia yang rakus , apa saja mau di makan. Untuk itu selalu jaga kesehatan dan jangan makan makanan yang memang di larang dari segi agama maupun secara kedokteran. 

Penarikan Produk Ranitidin NDMA BPOM RI

Kamis, 17 Oktober 2019
Belum lama ini media dihebohkan dengan penarikan obat Ranitidin yang mengandung N nitrosodimethyllamine (NDMA) , senyawa NDMA yang terkandung dalam ranitidin ini diduga sebagai salah satu pemicu kanker. Ranitidin adalah salah satu obat yang digunakan untuk penyakit lambung, maag , tukak usus. Kabar Ranitidin tercemar oleh senyawa NDMA ini bermula dari peringatan FDA ( US Food and Drugs Administration ) pada tanggal 13 September 2019 tentang adanya cemaran NDMA dengan jumlah yang relatif kecil pada beberapa sample produk ranitidin. Dimana menurut BPOM nilai ambang batas cemaran NDMA 96 ng/hari. Cemaran NDMA jika dikonsumsi melebihi ambang batas secara terus dapat bersifat karsinogen.


Hingga saat ini BPOM akan terus melakukan pengujian produk ranitidin untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan selanjutnya. Untuk melindungi masyarakat BPOM memerintahkan seluruh industri farmasi pemegang Ijin edar ranitidin untuk menghentikan sementara produksi distribusi dan peredaranya.  

Untuk kehati hatian sarana Kefarmasian dihimbau sementara untuk menghentikan pemberian Ranitidin dalam bentuk sediaan apapun kepada pasien. Sediaan yang sudah di informasikan ditarik agar dikembalikan ke PBF penyalur. Sedangkan sediaan yang belum ada informasi ditarik agar diamankan dan menunggu hasil pemeriksaan NDMA. 

Berikut daftar perintah penarikan Produk Ranitidin yang terdeteksi NDMA ( N Nitrosodimethyllamine ) pabrik obat yang memproduksi